Today, i'm feeling blue..
bukan cuma karena cuaca yang mendung atau sesekali turun hujan rintik-rintik yang membuat hari ini terasa lebih muram. Tapi lebih karena hari ini aku harus kembali ke Bogor. Tempat aku harus meretas mimpi, mencoba menjadi manusia lebih baik, dan tentu saja kembali ke rutinitasku sebagai mahasiswa.
Aku hanya merasa kehidupanku di rumah itu seperti mimpi. seperti aku sekarang harus bangun dan bersiap untuk kehidupan nyata. Aku masih ingin bergelung dibawah selimut dan mendengarkan lagu-lagu, atau sekedar mengecek berbagai akun sosmed milikku sambil tiduran, atau makan sambil menonton tv, atau membaca novel-novel lamaku. Aku tidak ingin kembali ke realita, tapi aku harus.
Aku hanya takut untuk keluar dari zona nyamanku sekarang. Pura-pura tersenyum dan bilang "aku baik-baik saja" di telepon saat orang tuaku bertanya "apa aku baik-baik saja disana?". Pura-pura bilang "ujiannya bisa kok mah" saat aku tidak tahu pasti aku mengisi apa dan sangat stress takut-takut hasilnya tidak baik. Tidur larut, mengerjakan deadline tugas yang jika aku ingin menggambarkannya seperti sedang memburuku dan mencambuk diriku sekeras mungkin ketika aku berhenti, bahkan untuk mengambil nafas. Aku masih bilang aku baik-baik saja dan aku harap memang begitu.
Setiap hari ketika aku pulang dan duduk di kasur kost-anku aku selalu berfikir apakah ini nyata? aku tidak pernah bermimpi bisa sampai pada tahap ini. Lalu setiap liburan akhir semester aku pulang dan mendapati diriku berpikir sama apakah ini nyata? aku di rumah, bergelung dibawah selimut, menonton TV, membaca novel setiap hari. apakah ini nyata? jadi sebenarnya yang nyata itu dimana?
Aku sangat merasa takut, bingung, sedih ketika harus meninggalkan mimpi ini dan berlanjut ke mimpi-mimpi lainnya. Hanya saja yang tampak nyata sekarang adalah seabrek kegiatan yang aku sendiri bingung harus aku mulai dari mana untuk menyelesaikannya.
Memang tidak selalu tampak menakutkan. Aku bertemu dengan orang-orang baru yang menyenangkan. menawarkan persahabatan dan kami tertawa seharian. Menertawakan banyak hal hingga menertawakan diri kami sendiri. Tapi dilain waktu disaat aku sendiri, aku tetap merasa sedih, kesepian, dan aku tidak tahu harus melakukan apa selain menatap langit-langit kamarku dan menangis. Aku bahkan tidak tahu apa yang aku tangisi dan aku hanya menangis. Menangisi semua ketakutanku mungkin dan berharap dia hilang saat aku membuka mata.
Mereka memang hilang, tapi kembali lagi. Seperti ada bagian dari diriku yang menarik mereka dan aku menangis lagi. Aku tidak bilang kepada orang tuaku karena aku takut mereka khawatir. Tapi alasanku lebih karena aku tidak tahu harus menjawab apa ketika mereka menanyakan "ada apa?" karena sejujurnya aku pun tidak tahu aku merasakan apa. Aku hanya merasa ingin menangis dan aku menangis. Seperti ada lubang yang menganga dalam hatiku dan aku merasa sesak setiap kali menatap langit-langit kamarku, atau tembok putih, atau langit biru yang luas dari atap rumahku. Aku merasa kecil dan sendirian, dan aku benci perasaan ini. Aku selalu takut jika sendirian.
Dan perasaan itu datang lagi jika aku kembali ke kamar kost kecil dan menatap langit-langit kamarku. Aku merasa sangat homesick dan aku tidak bisa mengatasinya karena menelepon rumah sama halnya membuatku lebih ingin pulang. Jadi aku menulis disini. Aku hanya berharap perasaan itu hilang ketika aku mengetikkan kalimat terakhir pada tulisan ini dan aku berharap aku akan merasa lebih baik. Karena memang itu kenyataannya. Aku merasa lebih baik setelah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar