Sabtu, 31 Desember 2016

HAPPY NEW YEAR!!

Gak kerasa, ternyata satu tahun sudah berlalu. Tinggal menghitung jam, 2016 akan berganti menjadi 2017. Instagramku pun sudah dibanjiri  kolase 9 foto kekinian yang disebut #bestnine beserta harapan-harapan  pada caption yang menyertainya.

2016 akan berganti..

Tahun baru...

Harapan baru...

Rasanya baru kemarin aku menyelesaikan bab terakhir skripsiku yang penuh drama. Deg-deg an mengantri presentasi sidang, sampai ribetnya mempersiapkan wisuda.

Sekarang? lagi leyeh-leyeh makan buah nanas sambil ngetik. 

Niatnya mau nyoba nulis-nulis lagi. Mupeng liat temen kok blognya makin hari makin bagus, menarik, dan edukatif. wkwkwk Tapi kok dari tadi yang aku kerjain cuma hapus-ketik-hapus-ketik. Kayak orang lagi PDKT aja.

Ternyata kalau udah lama gak nulis itu kayak gini. Bawaannya kok gak pas terus sama tulisan sendiri. Padahal banyak hal yang mau diceritain, tapi gak nemu rangkaian kata yang pas. 

Mungkin Dea kebanyakan belajar akuntansi sampe kaku buat sekedar nulis blog. Maunya nulis panjang tapi dari tadi malah ketik hapus-ketik-hapus kayak orang pacaran. Pacaran aja gak gini-gini amat deh kayaknya.

Inttinya guys...
Selamat tahun baru. Semoga resolusinya di tahun 2016 kemarin tercapai, semoga resolusi tahun 2017 bisa dijalankan dengan istiqamah.


Salam
 Dea





Rabu, 06 Januari 2016

10:35

Jujur.. setelah melewati tiap fase hidup, semakin sulit buat gue untuk nulis. Iya.. dulu gue bisa aja nulis apapun yang gue rasain di blog. Sekedar curhat tentang diri pribadi baik kebahagiaan atau tantangan yang sedang dihadapi. Iya.. dulu gue semudah itu buat cerita sama orang lain. Tapi sekarang gue rasa sulit. Semakin kesini, gue semakin paham bahwa gak semua orang ada di pihak gue. Yang paling gue takutin adalah orang-orang yang pura-pura berada di pihak gue. Berdiri sedekat-dekatnya dengan gue, tapi cuma buat bikin gue jatuh. 

Adakalanya gue pengen berhenti. Berhenti memasukan orang lain lebih dekat ke lingkaran kehidupan gue. Berhubungan sekedarnya... Dikecewakan sekedarnya juga.
Gue pernah baca sebuah quote, kalau yang paling pahit adalah kekecewaan yang didatangkan dari orang yang paling lo percaya. Dan itu bener. Kadang gue pengen berhenti buat se-open itu sama orang. Karena gak semua orang menerima gue apa adanya. Karena setiap orang datang dan pergi. Kadang gue pengen berhenti buat menceritakan apapun masalah yang gue hadapin sama orang, karena bahkan sebenarnya mereka gak peduli. 
Karena kita gatau mana kawan mana lawan. Atau kawan yang sebenarnya lawan. Atau lawan yang sebenarnya kawan.
Gue pernah baca, bahwa manusia itu seharusnya mencintai sekedarnya, dan membenci sekedarnya. Karena yang berlebihan itu sekalipun baik akan menjadi buruk. Lirik lagunya opick bahkan mengingatkan gue, kalau nanti, sesungguhnya teman sejati kita cuma amal kita. Bahkan teman hidup yang sering kita banggakan di ketika di dunia pun belum tentu menjadi teman hidup di akhirat nanti. Mama gue pernah bilang, "Semua orang hidup itu punya kepentingan. Sulit sekali mencari  yang benar-benar tulus. Kalau kamu mendapatkannya, satu orang sudah cukup karena dia tetap berada disisi kamu apapun yang terjadi. Tapi akan lebih baik kalau kamu jadi yang salah satunya.
Gue tau gue gak bisa ngeluh, karena toh gue juga belum baik. Belum jadi salah satu dari orang "tulus" itu. Makanya, yang sekarang bisa gue lakuin adalah untuk jadi lebih baik. Mungkin gue bakalan jadi Dea yang beda 180 derajat lima tahun yang akan datang. Mungkin kalian bakalan melihat gue berbeda dari Dea yang kalian kenal. People change.. dan gue menghargai setiap proses perubahan. 
Mungkin Dea yang sekarang takut untuk menulis lebih banyak. Mungkin sekarang Dea lagi punya krisis kepercayaan. Tapi gatau besok...