Setelah dua tahun yang melelahkan, akhirnya aku bisa berdamai dengan masa lalu. Sudah tidak ada lagi pura-pura lupa, pura-pura tegar, pura-pura tidak peduli pada sosok kenangan yang sebenarnya sulit untuk dikatakan indah atau sedih. Akhirmya, setelah dua tahun memikirkan berbagai macam pertanyaan yang berkecamuk, apa yang salah, mengapa harus berakhir, apakah aku bisa berdiri tegak dihadapannya tanpa merasakan apapun, semua terjawab sekarang.
Aku tidak berusaha melupakan, tidak berusaha untuk menghindari segala macam hal yang akhirnya menjurus pada kenangan itu, tidak berusaha untuk menghapus semua jejak, karena aku sadar bahwa ketika aku sudah siap, maka semua akan berubah dengan sendirinya. Karena perihal melupakan bukan sebatas kita tidak saling bertemu saja. Bahwa sebenarnya ada keyakinan bahwa suatu saat nanti, kita akan bertemu kembali dan aku tidak memiliki perasaan apapun lagi. Dan itu benar adanya.
Setelah dua tahun itu, aku sadar bahwa melupakan bukan perihal mengubur kenangan. Tapi memaafkan diri sendiri. Memaafkan bahwa dulu kita pernah melakukan kesalahan dan sadar bahwa masa lalu tidak bisa terulang lagi. Karena yang sulit dari proses melupakan bukan perihal kenangannya, melainkan rasa penyesalan mengapa kita melakukan hal itu. Rasa penyesalan lah yang akhirnya membelenggu kita untuk tetap berjalan ditempat.
Dan setelah dua tahun itu, akhirnya segalanya berakhir. Meskipun aku tidak tahu bagaimana akhirnya. Apakah aku harus belajar memaafkan lagi ataukah berlabuh pada kapal yang sama, setidaknya aku sudah pernah tahu, bahwa selama dua tahun kemarin aku benar-benar belajar bahwa untuk berubah, aku harus berusaha menerima kesalahanku dan memaafkannya.
Terimakasih, karena tanpa sejarah, masa depan buka apa-apa :)
With Love
Dea
