Selasa, 14 April 2015

Random mind after watching Divergent~

Holla blog, long time no see, ya. Ah, sebenarnya saya sering mampir ke blog ini, tapi gak ada niatan nulis sedikitpun. Selain tulisan tuntutan tugas, saya rada males buat cerita-cerita lagi di blog. hehehe

Kenapa?

Karena banyak faktor sebenarnya. Dan yang mendapati peringkat pertama adalah karena saya disibukan banyak hal di kehidupan nyata. Tapi sekarang saya datang untuk memulai kembali kebiasaan lama saya *laugh devil*

By the way, baru saja saya selesai menonton film Divergent. Saya tahu ini terlalu ketinggalan jaman banget buat nonton film ini disaat Fast Furious 7 udah tayang di bioskop. Tapi izinkan saya berbagi cerita.

Saya selalu suka kisah fiksi fantasi, entah itu berbentuk cerita kerajaan atau keadaan di masa depan, atau bisa jadi suatu keadaan yang dibayangkan oleh pengarangnya. Bagi saya, menulis kisah berbau fantasi akan 10 kali lebih sulit ketimbang menulis cerita biasa. Dan saya selalu kagum dengan pemikiran para penulis cerita ini yang dapat berpikir out of the box dari orang-orang kebanyakan.

Singkatnya, cerita ini mengisahkan tentang suatu dunia yang masyarakatnya terbagi menjadi lima faksi. Kemudian diantara mereka ada yang menjadi pencilan, entah menjadi non faksi (tidak termasuk faksi manapun) atau menjadi Divergent (sebutan untuk seseorang yang memiliki kelima faksi tersebut). Perkenalkanlah kelima faksi tersebut : Eritude dengan pemikirannya yang cemerlang-ilmu pengetahuan adalah sahabatnya-, Abnegation dengan sifatnya yang tidak mementingkan diri sendiri, Amity dengan kebaikannya dan keinginan mereka untuk tetap harmonis, Candor dengan kejujurannya, dan Dauntless dengan keberaniannya. Dunia dalam film ini terbagi menjadi kelima faksi tersebut. Dan setiap manusia, diharuskan untuk memilih-dan dipilih, faksi mana yang akan menjadi tempat hidup mereka setelahnya. Dan perlu digaris bawahi, bahwa pembagian faksi ini berada diatas keluarga. Darimanapun asalmu, keluargamu bukan lagi menjadi bagian dari keluargamu ketika kamu berpindah faksi (bukankah itu menakutkan?).
Tentu saja dari mereka ada yang menyimpang. Orang-orang dengan "kelainan" ini disebut Divergent. Mereka memiliki kelima faksi dalam diri mereka. Dan kelimanya sangatlah kuat.

Pada dua puluh menit pertama, saya harus bilang bahwa adegan ini mengingatkan saya  pada film Harry Potter. Dimana, mahasiswa baru hogwarts harus memasuki tahap memilih-dan dipilih, pada golongan mana mereka nantinya. Tapi, yang membuat saya nyeeesss.. adalah, ada satu keluarga-keluarga anggota dewan- dari faksi abnegation, yang anak-anak mereka tidak memiliki masuk ke dalam faksi mereka lagi. Untuk saya yang sedang homesick dan baper (bawa perasaan), hal ini memicu tangis saya. Karena... yeah, adegan ini sedikit mirip dengan adegan ketika saya harus pergi meninggalkan orang tua saya menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Dan pada akhirnya, seorang anak di belahan dunia dalam film divergent ini,  yang harus memilih. Faksi mana yang mereka inginkan, dan mereka harus survive di dalamnya.
Sejujurnya, tiap adegan dalam film ini mengingatkan saya pada mata kuliah Pendidikan Orang Dewasa (POD) oh god, please dont remaind me about that. Tapi serius. Ketika kita memilih suatu pilihan, kita harus berusaha survive di dalamnya bukan? Dan.. inilah kisah Beatrice, atau Tris-seorang anak dari keturunan Abnegation, yang ternyata seorang Divergent, dan harus berusaha survive untuk menjadi seorang Dauntless karena itu adalah pilihannya-.

Ribet?

No.. masih ribetan dunia nyata. hahahaha

Jadi, karena "kelainannya" ini, Tris harus merahasiakan identitasnya, karena jika ketahuan, dia akan mati dibunuh.

Saya langsung mikir, kenapa sih harus dibunuh? bukannya bagus ya jadi divergent?  Sama kayak avatar yang punya semua elemen, jadi dia bisa memimpin negeri dalam keseimbangan, karena dia punya semua elemennya?
HAHA.. nyatanya setiap pemikiran manusia itu berbeda-beda. Dan sayangnya, petinggi-petinggi tiap faksi, khususnya faksi Erutide dan Dauntless menganggap bahwa mereka yang "berbeda" menjadi ancaman dan harus di singkirkan. Karena mereka tidak bisa untuk  di tertibkan. (hhhmmmm makin serem aje ini film).
Setelah dari adegan ini, adegan-adegan selanjutnya adalah perang, baku tembak, saling menyelamatan-dll. tapi bukan itu yang mau saya tonjolkan disini. meskipun bagian itu juga yang saya sukai.

Saya suka bagian Four bilang pada tris bahwa ia tidak ingin menjadi satu faksi saja. Ia tidak ingin menjadi Dauntless saja, tapi ia ingin memiliki sifat kelimanya. Ketika membicaraka tatto milik Four yang menggambarkan 5 faksi.
Entahlah, mungkin kedengarannya aneh, tetapi ketika saya menonton film ini, yang ada di pikiran saya adalah, bahwa bagaimana anak berkebutuhan khusus hidup? Anak-anak dengan masyarakat sebut "Autis". Bukankah mereka juga memiliki "kelebihan" dan di cap sebagai pencilan oleh masyarakat awam? hhhmmm.. itu hanya segelintir pemikiran absurd yang muncul ketika menonton film ini. Hampir sama kasusnya dengan pemikiran matakuliah POD ditengah-tengah menonton.

Anyway.. mungkin ini juga tidak ada hubungannya, tetapi saya berpikir bahwa Divergent sama dengan Ambivert. it's no offense. But yeah, i told you kalo saya Ambivert kan? Saya pernah bilang hal itu sangat menakutkan, ketika saya tidak tahu bahwa saya Ambivert. Saya takut saya tidak diterima pada dua kepribadian yang manusia awam percayai (Introvert, atau Ekstrovert). Kemudian saya memilih untuk menjadi Ekstrovert dan berusaha survive didalamnya. (hell yeah.. salah satu buktinya adalah saya masuk jurusan komunikasi). Tapi.. bukankah yang seharusnya kita lakukan adalah menerima bahwa kita ambivert dan menjalani sesuai dengan apa yang kita yakini kan? Berpura-pura  menjadi orang ekstrovert dan tidak merasa nyaman, atau berpura-pura menjadi seorang introvert, tapi aku juga membenci sendirian? what world is going now, eh? hehehe

Oh iya, ini ada foto hasil kuis iseng saya beberapa waktu lalu. Saya penasaran, masuk faksi manakah saya, jika saya berada pada dunia yang diceritakan dalam film Divergent. Dan, tadaaa.... here the result

I'm Divergent :p

Hihihi.. thank you udah baca tulisan gak penting dan gak jelas ini sampai selesai. Gluck for us :) bye, see you next post.



Regard

Dea