Minggu, 27 April 2014

Apa aku baik-baik saja?

Pernah merasa buntu dengan dirimu sendiri? Aku pernah, dan masih.
Setiap hari aku tersenyum, tertawa,  melakukan setiap kegiatan seperti biasanya, tapi apa aku baik-baik saja? Entahlah..

Minggu, 13 April 2014

Allah, please take care my grandpa :'(

Amir Bin Tumirin
31 Desember 1931 - 12 April 2014

“Ya Allah! Ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” [HR. Muslim 2/663]












 

Jumat, 11 April 2014

Triiiinnggg.. you can see your MAGIC!

Sometimes friends are familiy too
-Snow White (Disney Hallmark)
Thank you for all motivation, inspiration. Thank you for not only be my friends, but also my family. And of course, thank you for every single day that we spent together. :)

Jadi gini... gak kerasa udah setengah jalan menempuh bangku kuliah. Susah, senang, gila, stress, heboh.. semua jadi satu. Gak pernah mikir, mimpi, ngebayangin ketemu orang-orang macem kalian disini. And hey, gue rasa yang orang-orang bilang tentang dunia luar itu tidak seburuk yang kamu bayangkan. Kamu bertemu dengan orang-orang baru yang menjadi keluarga barumu. Keluar dari comfort zone tidak seburuk yang gue bayangin dulu. Pergi jauh dari rumah bukan berarti gue kehilangan keluarga gue, malahan gue dapetin keluarga baru disini. 

Sometimes we argue about hal-hal yang gak penting, atau penting, atau sesuatu yang sebenarnya gak cocok buat dijadiin bahan obrolan. BUT WE DID IT! :D

Dan yang terpenting, bertemu mereka membuat gue berkaca pada diri gue sendiri. Apa yang sudah gue lakuin, dan belum gue lakuin selama ini. Gue rasa selama ini gue sudah ngelakuin yang terbaik, tapi setelah ketemu mereka. God, diatas langit memang masih ada langit. Mereka melakukannya jauh lebih baik, dan itu membuat gue terpacu untuk memperbaiki diri dan mengembangkan kapasitas lagi agar menjadi lebih baik. 

Bertemu dengan mereka juga membuka mata gue bahwa di dunia ini banyak banget masalah yang harus dihadapin, gue gak bisa asal hidup dengan slogan 'jalanin aja and let's see apa yang bisa dikasih waktu untuk ini'. Untuk pertama kalinya, Gue diajari cara bermimpi, and of course dengan cara mewujudkannya.

Untuk pertama kalinya gue punya mimpi yang bener-bener pengen gue wujudin. Untuk pertama kalinya gue merasa tempat gue sekarang terlalu sempit dan gue ingin pergi lebih jauh untuk melihat lebih dekat, dan mempelajari lebih banyak hal yang Tuhan ciptakan.

Dulu gue gak pernah benar-benar pengen belajar. Dulu, gue pikir belajar hanya sebuah rutinitas yang harus gue jalanin untuk mengisi hidup gue.  Dulu, gue pikir bahwa mengetahui sesuatu memang karena seharusnya kita mengetahui itu, bukan karena kita ingin mengetahui itu. 

And the fears that once controlled me can't get to me at all
Up here in the cold thin air i finally can breathe
I know left a life behind but i'm to relieved to grieve--Forzen
Let it go..  apapun yang terjadi pada kita dulu, yang terpenting dari semuanya adalah bagaimana kita terus berusaha untuk menjadi lebih baik, bebas menjadi apa yang kita inginkan, memperjuangkan apa yang harus diperjuangkan, and you'll see your life is wonderful life you ever seen. :)

p.s. you must go out from your comfort zone. Then.. triiinggg you'll see the MAGIC!





 





Selasa, 08 April 2014

Changed??


Athirah
   
Semua yang aku lakukan selama ini.. (tersenyum pahit). Saka? Apa kamu pernah merasa kosong? Apakah kamu pernah merasa..ketika menatap hamparan langit biru yang luas, kamu merasa sepi? Atau ketika angin menerpa wajahmu, kamu merasa sendirian?


Saka 
    
A-Athira... (terkejut melihat reaksi Athira)


Athirah 
  
Aku merasakannya... disini (memegang dada) sesak.. seperti ada lubang yang besar disana. Aku benci perasaan ini.


Saka 
     
(mengelus kepala athirah) kamu hanya perlu melihatnya dengan cara yang berbeda.



Athirah
  
(mendongak, menatap Saka)


Saka
      
kita, sudah bukan kita yang dulu kan? Kita berubah, bertemu dan meninggalkan banyak orang, memecahkan dan membuat masalah baru, kemudian mengambil keputusan diwaktu yang sama. Lubang itu... adalah tempat kamu memasukkan kenangan. Apa yang sudah kamu lalui, dengan siapa kamu lalui.. lubang itu, menjadi tempat kamu menyimpannya. Sebaiknya lubang itu dihias, karena kenangan, artinya kamu pernah hidup, dan dicintai.


Athirah
  
(mengerjap, kemudian menitikan air mata) Aku.. menyukai kenangan, seburuk apapun itu. Seperti katamu, kenangan artinya kamu pernah dicintai-dan mungkin masih. (tersenyum, kemudian memeluk Saka)


Saka 
      
(tersenyum lega, mengelus kepala Athira

Athirah
  
(mendongak menatap Saka, kemudian tersenyum) Selamat datang, Saka..


Saka
     
(mengerjap. Kemudian tersenyum) Aku pulang..