Holla blogger!
Setelah kemarin merasa saaangaaaat homesick, sekarang aku benar-benar belajar bahwa aku disini bukan untuk sekedar pergi dari rumah lalu kembali menjadi diriku yang sama.
Aku jadi teringat praktikum pengembangan masyarakat (pengemas) kemarin. Pertemuan perdana kemarin diawali dengan perjanjian tidak tertulis kami yang aktif di organisasi dan berbagai kegiatan lain diluar perkuliahan untuk tetap fokus pada apa yang sudah menjadi tujuan kami datang ke Bogor: kuliah. Meskipun pada awalnya setiap orang dikelas itu saling pandang dan mengernyit heran karena pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan asisten praktikum bukan merupakan pertanyaan, seperti "kalian sayang orang tua kalian?", "kalian sayang keluarga besar kalian?", "kalian sayang tetangga kalian?", "kalian peduli pada negara kalian?" dan sesuatu hal-hal semacam itu yang menurutku bukan pertanyaan. Siapa sih yang nggak sayang orang tua sendiri? atau siapa sih yang nggak peduli dengan negaranya sendiri? termasuk jika mereka yang sering menghina, atau menjelek-jelekkan. Aku pikir mereka tetap peduli. Peduli dalam artian yang salah!
Balik lagi ke praktikum pengemas. Meskipun awalnya kami bingung, pada akhirnya kami semua mengangguk paham maksud dari asisten praktikum meminta kami untuk menjawab sejujurnya dari hati tentang "pertanyaan" yang beliau ajukan.
Kami disini memikul harapan yang disampirkan di pundak-pundak kami. Harapan orang tua kami, keluarga besar kami. Bahwa kami membawa nama keluarga kami dan menjadikannya harum serta bangga memiliki kami di salah satu daun pada pohon silsilah keluarga besar mereka.
Kami disini juga sebagai pembaharu, bisa juga dibilang sebagai perwakilan dari sebagian orang yang tidak bisa mengenyam manis pahit bangku perkuliahan. Mereka menitipkan mimpinya kepada kami-agar suatu saat nanti Indonesia menjadi lebih baik-. Memberdayakan masyarakatnya dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Peduli pada sesama dan jadikan itu sebagai suatu keharusan karena seharusnya mereka, kita, kami, hidup lebih baik, dan merasakan kenyamanan yang sama dalam hidup.
Untuk itulah kami -aku- disini. Dikelas matakuliah Pengembangan Masyarakat, di Institut Pertanian Bogor -dan jika aku bilang di tempat yang jauh dari rumah-. Tapi aku disini bukan sekedar pergi dari rumah lalu kembali menjadi diriku yang sama. Aku seharusnya kembali membawa harapan-harapan bagi mereka yang menitipkan mimpinya padaku, pada kami yang baru saja mengerti bahwa kami di kelas ini bukan karena tuntutan jurusan, dan tentu saja bukan suatu kebetulan. Tapi kami disini karena kami menyayangi orang tua kami, keluarga besar kami, tetangga yang berarti saudara terdekat kami, juga karena kami peduli. Peduli karena kami memerlukan tempat pulang untuk kembali setelah perjalanan menuntut ilmu setinggi bintang. Kembali ke pelukan ibu pertiwi; Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar