Gender,
isu-isu publik yang saat ini sedang marak diperbincangkan seantero dunia,
termasuk Indonesia. Bagaimana kini sekelompok manusia berjenis kelamin
perempuan gencar menyuarakan hak-hak kesetaraan mereka dengan kaum adam. Sebenarnya,
perjuangan perempuan untuk diakui keberadaan dan hak nya sudah marak terjadi
sejak awal abad ke-20. Menurut bahan ajaran mata kuliah Gender dan Pembangunan
yang sedang saya ambil semester ini, pada awal abad ke-20, diawali dengan para perempuan kulit putih yang mulai gencar memperjuangkan hak pilih mereka, kemudian
di Eropa, Amerika Serikat dan Asia sekitar tahun 1960-1980an mulai gencar
memperjuangkan hak persamaan kerja dan seksualitas, perjuangan-perjuangan
kesetaraan hak-hak terutama hak pilih dan kesamaan kerja masih menjadi isu
hangat dunia hingga saat ini.
Kenapa memilih calon legislatif
perempuan? Ada banyak alasan yang mendasarinya, diantaranya: pertama, perempuan bukan sebagai objek
pembangunan. Dalam konteks negara demokrasi, seharusnya program pembangunan
harus dengan pendekatan parsitipatif, yaitu seluruh stakeholder pembangunan
berpartisipasi dari menyusun, hingga implementasi program pembangunan tersebut.
Perempuan bukan lagi sebagai objek pembangunan, tetapi sudah berubah struktur
menjadi subjek pembangunan, yang mana, mereka dapat berpartisipasi aktif dalam
setiap proses pembangunan. Kedua,
jika berkaca dari pengalaman terdahulu, bagaimana program revolusi hijau
dijalankan, banyak dari kaum perempuan yang mendadak hilang pekerjaan akibat
teknologi mesin panen untuk padi yang disosialisasikan sebagai bagian dari
program pembangunan. Tanpa melihat budaya masyarakat yaitu panen padi yang
biasanya dilakukan oleh para perempuan. Masyarakat diberi sosialisasi teknologi baru
mesin panen padi yang dari segi fisik, diperuntukan untuk kaum laki-laki. Belum
lagi sosialisasi tersebut hanya diberikan kepada kaum laki-laki karena
terdapatnya konstruksi masyarakat bahwa perempuan tidak etis berpartisipasi dalam
urusan dengan orang luar (dalam hal ini penyuluh). Perempuan menjadi
terdiskriminasi dalam konteks kesamaan kerja dan akses akibat program
pembangunan yang tidak melihat dari sisi gender. Ketiga, menurut buku yang saya baca, Girl and Tech karya Aulia “Ollie” Halimatussadiah, dalam bukunya,
beliau banyak menuliskan fakta-fakta penelitian yang ia baca dan dengar tentang
wanita. Bagaimana seorang perempuan memiliki banyak potensi, salah satunya dalam
hal management skills, yaitu dapat
melihat potensi terbaik dari anggota tim nya dan menempatkan mereka pada posisi
yang sesuai. Sehingga program atau proyek dapat dilaksanakan dengan sukses. Potensi
ini seharusnya menjadi aset sumberdaya manusia yang baik bagi negara kita.
Sederhananya begini, “kita lebih tahu persis apa yang kita
butuhkan.” Begitu pula dengan urusan pemerintahan. Kebijakan, serta
program-program peningkatan taraf hidup yang melingkupi wanita sebagai sasaran
pembangunannya akan lebih efektif ketika disuarakan oleh diri mereka sendiri. Kebebasan
berpartisipasi dalam pembangunan seharusnya menjadi hak atas setiap warga
negara. Negara ini sudah bukan lagi terjajah seperti zaman kolonialisme dahulu,
negara ini sudah berubah menjadi negara demokrasi yang menaungi aspirasi dari
warganya, termasuk perempuan.
Untuk itu, adanya peran perempuan
dalam kursi legislatif sangatlah diperlukan. Bukan karena isu gender mengangkat
tentang perempuan, bukan karena laki-laki tidak baik dari segi manajemen dan
pemerintahan dibanding perempuan. Tapi, lebih kepada bagaimana perempuan
diberikan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya bagi kepentingan diri
mereka sendiri, bagaimana program-program pembangunan dibuat secara objektif sehingga
kesejahteraan dapat merata dan menjadikan Indonesia yang lebih baik.
Saya juga milih caleg wanita karena terinspirasi oleh Bu Risma Walikota Surabaya yang terbukti memimpin dengan baik kota surabaya. Berharap caleg wanita bisa seperti beliau bahkan lebih baik lagi yang tidak haus dengan menumpuk kekayaan belaka benar2 mengapdi untuk rakyat :-)
BalasHapusSemangat para wanita Hebat.
salam kenal di tunggu kunjungan baliknya ke blog ane ya
Hallo yuli. maaf baru online blog lagi nih. Semangat pejuang gender Indonesia :)
Hapusdea mangat :) I always support you hahaha. eh biar keren tambahin WAD sama GAD deh :)
BalasHapusThank you ira cabe :* iya nih gue mau nambahin WAD sama GAD biar tambah valid alasannya. Tapi belum tau boleh di edit gak ya. wait gue mention dulu. anw, thank you for every support :3 hahhaa
Hapus