"Dan pada akhirnya, sesuatu yang kamu sebut kamu adalah gabungan dari hal-hal yang biasa kamu lakukan."
Bisa karena terbiasa? atau terbiasa karena bisa? I think, process will show you who you are. Dan gue tahu kalau apa yang gue sebut gue sekarang adalah apa yang selalu gue lakuin dulu-dulu. Dan terkadang hal itu mengganggu. Gue selalu pengen tahu banyak hal. Kenapa orang bisa dan gue gak bisa, kenapa orang sanggup kenapa gue gak sanggup? Gue selalu pengen tahu yang gue salah itu dimananya. Masa lalu gue yang negebentuk gue kayak gini? atau emang gue nya aja masih kayak bocah? Atau karena semua ini baru dan gue gak ngerti harus ngelakuin apa?
"Tapi kelinci gak bisa nunggu kura-kura di arena perlombaan lari."
Sama kayak lo gak bisa nyuruh kakak lo yang udah bisa jalan buat merangkak supaya jadi sama kayak lo. Pada akhirnya harus ada yang ditinggalkan dan meninggalkan. Seseorang bilang ke gue kalau kapasitas seseorang buat menghadapai masalah itu berbeda-beda, even if mereka dilingkungan yang sama bahkan bersebelahan, atau mungkin tumbuh bersama. Dan percaya atau enggak, gue bener-bener benci sama hal ini.
Gue gak suka ketika gue ditinggalkan, atau meninggalkan. Keduanya sama-sama sakit dan kalau boleh memilih, gue pengen milih 'atau'. Tapi hidup itu adalah kumpulan dari pilihan-pilihan. Lo mau maju, atau mundur. Diam di tempat cuma bikin lo kelindes zaman dan waktu. Terus dilupain gitu aja.
Gue juga gak suka ketika gue dilupain, atau ngelupain orang, atau berada diantara keduanya yang artinya gue bukan siapa-siapa sampai harus gak dilupain, atau dikenang. Semuanya berpikir sama tentang gue. Terus gue hidup di bumi belahan mana?
Actually, gue tahu kalau perbedaan itu selalu ada. Gue tahu, dibelahan bumi sana, mungkin orang udah siap-siap mau pindah ke mars sementara gue masih mikirin sebenarnya masalahnya apa. Mungkin orang-orang disekitar gue udah mau nyampe garis finish semenatara gue masih baru mau lari. Pertanyaan 'kenapa' jadi gak ada artinya lagi. Yang seharusnya digantikan dengan pertanyaan 'Bagaimana'.
Akhirnya yang harus gue lakuin adalah berlari lebih kencang, atau lebih cerdas, atau lebih efektif, atau lebih sistematis. Kalau orang-orang udah 'matang' dijalan yang mereka lalui sepanjang usia mereka sampai saat ini, gue harus 'matang' dengan jalan gue yang sekarang gue laluin.
"Gak ada kata terlambat untuk memulai. Tapi memang sangat sakit menyentuh tanah ketika semua orang menyentuh langit."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar