Sebenarnya, semuanya bisa dijelaskan sesederhana konsep datang dan pergi. Jangan menyela-tolong- dengarkan aku dulu.
Kita pasti akan marah, kesal, kecewa ketika perlakuan tulus yang kita lakukan untuk orang lain dibalas dengan perlakuan yang tidak setimpal. Orang baru di duniamu yang lain itu, dunia yang didalamnya selain ada aku telah menyeretmu pergi lebih jauh dari duniaku tanpa kamu dan aku sadari. Ketika aku sadar, kamu sudah terlalu jauh, sudah memiliki duniamu sendiri yang tanpa kamu sadari tidak ada aku di dalamnya. Tapi kita bisa apa? kamu juga pernah bilang kalau urusan hati itu tidak akan pernah bisa di bohongi. Begitu juga dengan ini. Kita sama-sama tahu hukum alam yang bicara mengenai adaptasi. Ingat? waktu itu kamu dengan semangat menjelaskannya padaku. Bahwa makhluk hidup akan melakukan adaptasi dengan berbagai cara, contohnya berpindah tempat. aku tahu-aku tahu. ini bukan argumen kuat untuk memuaskan segala dahaga logikamu. Tapi apa kamu merasa bersama orang lama-aku- begitu membosankan karena aku sama sekali buta dengan duniamu? Apa kamu tidak merasa jengah membicarakan setiap orang yang ada di dunia lainmu itu padaku yang jelas sama sekali tidak tahu siapa mereka? Aku jengah.. menjadi orang yang tidak tahu apa-apa tentang kamu.
Ibarat jalan, aku dan kamu sudah tidak searah. Kita sudah punya tujuan berbeda, dan kita sama-sama tahu jika masih mempertahankannya sama dengan menyakiti hati kita masing-masing. Entah ini dimulai dari mana, kepergianmu kah? ketidak pekaanku kah? Tapi yang jelas, semuanya seakan membuat lapisan transparan yang menjelaskan bahwa keadaannya, aku dan kamu sama-sama hanya bisa saling melihat satu sama lain tapi tidak bisa saling menjaga. Dan aku benci kita yang seperti itu. Aku benci menjadi orang yang hanya bisa melihat tanpa bisa menjaga apa yang ada pada daerah teritorialku. Itu menyakitkan dan aku menyerah.
Hubungan ini rumit. Tapi sudah kubilang bahwa semuanya sesederhana konsep datang dan pergi. Baik di duniaku atau di duniamu, setiap orang itu akan datang dan pergi. Kamu bertemu banyak orang dan aku juga. Kamu punya cerita sendiri dan aku juga. Inginnya kita sama-sama memiliki cerita diantara kedua dunia kita itu. Hanya kita. Tapi sayangnya tidak begitu. Lapisannya terlalu tebal dan semakin kamu bergerak, lapisan itu menjauh dan akhirnya hanya ada aku. Sendirian. Mentap punggungmu yang menghilang diantara gerbong-gerbong kereta yang membawamu ke duniamu yang lain itu.
Untuk itu, aku tidak ingin menahanmu. Aku tidak ingin menjadi satu-satunya orang yang tidak ingin kamu bahagia. Aku tidak ingin menjadi satu-satunya orang yang berlaku egois bahkan pada hidup yang sama sekali bukan miliku, pada cita-cita yang sama sekali tidak melibatkan aku didalamnya dan pada dunia yang sudah susah payah kamu bangun. Aku tidak se tega itu. Jadi tolong, serumit apapun kita, kamu hanya perlu memahaminya sesederhana konsep datang dan pergi. Sesederhana itu.
Regard
Alia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar